Hari yang berlalu tak ubahnya lembar-lembar halaman buku cerita yang biasa kita baca, dimana tiap peristiwa adalah kata yang tertulis diatasnya untuk dikisahkan.
Adalah sebuah kisah romansa picisan bodoh yang kini tertulis dalam lembar-lembar itu saat pengharapan-pengharapan bodohku tentangmu yang terkisah darinya.
Wanita dalam kebutaan cintanya mengisi setiap detik yang dimiliki menanti pria yang tak punya rasa untuknya.
Bodoh, buta, tuli, dan bisu dijadikannya oleh rasa yang disebut cinta. Perduli setan dengan rindu yang mulai menjerat nafas dan kesepian yang mulai memasung nalar.
Adakah berujung tragis atau bahagia tak lagi menjadi masalah, toh buta itu menutupi mata hati untuk membaca arah alur kisah ini bermuara.